What is Debate ?
Pada
kesempatan kali ini saya akan membahas tentang debat. Yup, mungkin istilah
debat sudah tidak asing lagi ditelinga mahasiswa. Namun, masih banyak yang
menganggap debat adalah kegiatan yang tidak berguna dan cenderung negatif,
debat hanyalah suatu kegiatan adu pendapat yang tidak akan menghasilkan solusi.
Benarkah anggapan tersebut? Mari kita bahas sekarang guys..
Debat adalah
kegiatan adu argumentasi antara dua pihak atau lebih, baik secara perorangan
maupun kelompok, dalam mendiskusikan dan memutuskan masalah dan perbedaan.
Secara formal, debat banyak dilakukan dalam institusi legislatif seperti
parlemen, terutama di negara-negara yang menggunakan sistem oposisi. Dalam hal
ini, debat dilakukan menuruti aturan-aturan yang jelas dan hasil dari debat
dapat dihasilkan melalui voting atau keputusan juri.
Di
Indonesia, debat kompetitif sudah mulai berkembang, walaupun masih didominasi
oleh kompetisi debat berbahasa Inggris. Kejuaraan debat parlementar pertama di
tingkat universitas adalah Java Overland Varsities English Debate (JOVED) yang
diselenggarakan tahun 1997 di Universitas Katolik Parahyangan, Bandung, dan
diikuti oleh tim-tim dari berbagai wilayah di P. Jawa. Kejuaraan debat
se-Indonesia yang pertama adalah Indonesian Varsity English Debate (IVED) 1998
di Universitas Indonesia. Hingga kini (2006), kedua kompetisi tersebut
diselenggarakan setiap tahun secara bergilir di universitas yang berbeda.
Sejak 2001, Indonesia telah mengirimkan delegasi ke WSDC. Delegasi tersebut dipilih setiap tahunnya melalui Indonesian Schools Debating Championship (ISDC) yang diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan Nasional bekerjasama dengan Association for Critical Thinking (ACT).
Sejak 2001, Indonesia telah mengirimkan delegasi ke WSDC. Delegasi tersebut dipilih setiap tahunnya melalui Indonesian Schools Debating Championship (ISDC) yang diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan Nasional bekerjasama dengan Association for Critical Thinking (ACT).
Dan jangan
salah ya guys, debat bukan hanya sebuah ajang adu pendapat yang tidak berujung
pada solusi dan cenderung berantakan. Dalam debat juga terdapat sebuah aturan
yang mengatur mulai dari pembicara, lama waktu berbicara, giliran berbicara,
hal yang diperbolehkan dan tidak, dan sebagainya. Sehingga tidak terjadi debat
kusir.
Berikut
beberapa aturan yang digunakan dalam debat atau sering disebut sebaga debate
parliamentary.
- Australian Parliamentary/Australasian
Parliamentary (“Australs”

Gaya debat
ini digunakan di Australia, namun pengaruhnya menyebar hingga ke
kompetisi-kompetisi yang diselenggarakan di Asia, sehingga akhirnya disebut
sebagai format Australasian Parliamentary. Dalam format ini, dua tim
beranggotakan masing-masing tiga orang berhadapan dalam satu debat, satu tim
mewakili Pemerintah (Government) dan satu tim mewakili Oposisi (Opposition),
dengan urutan sebagai berikut:
1. Pembicara
pertama pihak Pemerintah – 7 menit
2. Pembicara pertama pihak Oposisi – 7 menit
3. Pembicara kedua pihak Pemerintah – 7 menit
4. Pembicara kedua pihak Oposisi – 7 menit
5. Pembicara ketiga pihak Pemerintah – 7 menit
6. Pembicara ketiga pihak Oposisi – 7 menit
7. Pidato penutup pihak Oposisi – 5 menit
8. Pidato penutup pihak Pemerintah – 5 menit
2. Pembicara pertama pihak Oposisi – 7 menit
3. Pembicara kedua pihak Pemerintah – 7 menit
4. Pembicara kedua pihak Oposisi – 7 menit
5. Pembicara ketiga pihak Pemerintah – 7 menit
6. Pembicara ketiga pihak Oposisi – 7 menit
7. Pidato penutup pihak Oposisi – 5 menit
8. Pidato penutup pihak Pemerintah – 5 menit
Pidato
penutup (Reply speech) menjadi ciri dari format ini. Pidato penutup dibawakan
oleh pembicara pertama atau kedua dari masing-masing tim (tidak boleh pembicara
ketiga). Pidato penutup dimulai oleh Oposisi terlebih dahulu, baru Pemerintah.
Mosi dalam
format ini diberikan dalam bentuk pernyataan yang harus didukung oleh pihak
Pemerintah dan ditentang oleh Pihak Oposisi, contoh:
(This House
believes that) Globalization marginalizes the poor.
(Sidang Dewan percaya bahwa) Globalisasi meminggirkan masyarakat miskin.
(Sidang Dewan percaya bahwa) Globalisasi meminggirkan masyarakat miskin.
Mosi
tersebut dapat didefinisikan oleh pihak Pemerintah dalam batasan-batasan
tertentu dengan tujuan untuk memperjelas debat yang akan dilakukan. Ada
aturan-aturan yang cukup jelas dalam hal apa yang boleh dilakukan sebagai
bagian dari definisi dan apa yang tidak boleh dilakukan.
Tidak ada
interupsi dalam format ini.
Juri
(adjudicator) dalam format Australs terdiri atas satu orang atau satu panel
berjumlah ganjil. Dalam panel, setiap juri memberikan voting-nya tanpa melalui
musyawarah. Dengan demikian, keputusan panel dapat bersifat unanimous ataupun
split decision.
Di Indonesia, format ini termasuk yang pertama kali dikenal sehingga cukup populer terutama di kalangan universitas. Kompetisi debat di Indonesia yang menggunakan format ini adalah Java Overland Varsities English Debate (JOVED) dan Indonesian Varsity English Debate (IVED).
Di Indonesia, format ini termasuk yang pertama kali dikenal sehingga cukup populer terutama di kalangan universitas. Kompetisi debat di Indonesia yang menggunakan format ini adalah Java Overland Varsities English Debate (JOVED) dan Indonesian Varsity English Debate (IVED).
- Asian Parliamentary (“Asians”
Format ini merupakan pengembangan dari format Australs
dan digunakan dalam kejuaraan tingkat Asia. Perbedaannya dengan format Australs
adalah adanya interupsi (Points of Information) yang boleh diajukan antara
menit ke-1 dan ke-6 (hanya untuk pidato utama, tidak pada pidato penutup).
Format ini juga mirip dengan World Schools Style yang digunakan di WSDC.
Di Indonesia, format ini digunakan dalam ALSA English
Competition (e-Comp) yang diselenggarakan (hampir) setiap tahun oleh ALSA LC
[Universitas Indonesia].
- British Parliamentary (“BP”
Gaya debat parlementer ini banyak dipakai di Inggris
namun juga populer di banyak negara, sebab format inilah yang digunakan di
kejuaraan dunia WUDC. Dalam format ini, empat tim beranggotakan masing-masing
dua orang bertarung dalam satu debat, dua tim mewakili Pemerintah (Government)
dan dua lainnya Oposisi (Opposition), dengan susunan sebagai berikut:
Opening Government: Opening Opposition:
– Prime Minister – Leader of the Opposition
– Deputy Prime Minister – Deputy Leader of the Opposition
Closing Government: Closing Opposition:
– Member of the Government – Member of the Opposition
– Government Whip – Opposition Whip
– Prime Minister – Leader of the Opposition
– Deputy Prime Minister – Deputy Leader of the Opposition
Closing Government: Closing Opposition:
– Member of the Government – Member of the Opposition
– Government Whip – Opposition Whip
Urutan berbicara adalah sebagai berikut:
Prime Minister – 7 menit
2. Leader of the Opposition – 7 menit
3. Deputy Prome Minister – 7 menit
4. Deputy Leader of the Opposition – 7 menit
5. Member of the Government – 7 menit
6. Member of the Opposition – 7 menit
7. Government Whip – 7 menit
8. Opposition Whip – 7 menit
2. Leader of the Opposition – 7 menit
3. Deputy Prome Minister – 7 menit
4. Deputy Leader of the Opposition – 7 menit
5. Member of the Government – 7 menit
6. Member of the Opposition – 7 menit
7. Government Whip – 7 menit
8. Opposition Whip – 7 menit
Setiap pembicara diberi waktu 7 menit untuk
menyampaikan pidatonya. Di antara menit ke-1 dan ke-6, pembicara dari pihak
lawan dapat mengajukan interupsi (Points of Information). Bila diterima,
pembicara yang mengajukan permintaan interupsi tadi diberikan waktu maksimal 15
detik untuk menyampaikan sebuah pertanyaan yang kemudian harus dijawab oleh
pembicara tadi sebelum melanjutkan pidatonya.
Juri dalam debat BP bisa satu orang atau satu panel
berjumlah ganjil. Di akhir debat, juri menentukan urutan kemenangan dari
peringkat 1 sampai 4 untuk debat tersebut. Dalam panel, keputusan sebisanya
diambil berdasarkan mufakat. Bila mufakat tidak tercapai, Ketua Panel akan
membuat keputusan terakhir.
Di Indonesia, format ini digunakan dalam kompetisi
Founder’s Trophy yang diselenggarakan oleh Komunitas Debat Bahasa Inggris
Universitas Indonesia setiap tahun.
Debat adalah
salah satu cara untuk mengungkapan argumen-argumen yang disertai fakta dan
solusi. Jadi tidak hanya mengkritik, dalam debatpun disertai solusi dan
mekanisme penyelesaian masalah. Did you think debate is something useless
guys ? deliberation and debate is the ways you stir the soul of our
democracy. in debate you didn’t need to raise your voice but your
argument. Saya pribadi sangat mencintai debat, I love argument, i love
debate. I don’t expect anyone just to sit there and agree with me. So, happy
debating guys.

11bet | Vntopbet.com
BalasHapus11bet.com 카지노사이트 is a top rated, independent sports betway betting service. View all 11bet our info and get free picks to help you bet smarter.